Sabtu, 20 September 2014

1,2 Juta Unit Avanza Beredar di Indonesia

Jakarta, KompasOtomotif - Tak salah bila menyebut Toyota Avanza sebagai mobil tersukses dengan penjualan terbaik di industri otomotif Tanah Air. Saat ini Avanza menjadi model dan tulang punggung penjualan Toyota Astra Motor (TAM).

Pertama kali melepas Avanza pada Desember 2003, dan memulai penjualan pada awal 2004. Dalam kurun 10 tahun, low MPV (Multi Purpose Vehicle) ini mampu tersebar ke seluruh Indonesia dengan populasi mencapai 1,2 juta unit.

"Avanza adalah prestasi TAM. Dalam rentang 10 tahun, total kami sudah menjual sekitar 1,2 juta unit. Makanya tak heran jika Avanza saat ini disebut sebagai mobil sejuta umat, karena jutaan Avanza sudah beredar di Indonesia," jelas General Manager Corporate Planning & Public RelationPT TAM Widyawati Soedigdo, di Jakarta, Senin (21/7/2014).

Widyawati melanjutkan, sebelum melepas Avanza ke pasar Indonesia, TAM sudah melakukan survei tentang kendaraan yang dianggap bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Penelitian itu akhirnya tertuang pada sosok Avanza.

"Avanza ini sudah sangat pas dengan survei yang kami lakukan, dalam mencari mobil apa yang sesuai dengan kebutuhan orang Indonesia. Hasilnya, TAM rata-rata melepas Avanza sekitar 15.000 unit per bulan. Dengan beragam pengembangan, Avanza hadir dengan line-up yang sudah dilengkapi berbagai fitur kenyamanan serta fitur keamanan," lanjut Widyawati.

Sebagai informasi, guna memberikan sarana bagi pemilik Avanza yang ingin tampil beda, TAM menggelar Avanza Pop You Up. Acara ini mengumpulkan para pengguna dengan modifikasi ringan, tapi bisa terlihat lain dari versi standar.

Rabu, 17 September 2014

Ducati Hypermotard SP "Berbaju" Corse

Bologna, KompasOtomotif – Ducati merilis Hypermotard SP dengan warna berbeda. Bertemakan model Corse, supermoto itu disuntikan darah balap yang kental. Kombinasi warna merah dan putih membuat penampilan lebih old school, tapi tetap berkesan modern.

Warna baru untuk mendampingi Hypermotard standar ini dikenalkan pertama kali oleh pebalap Superbike Ducati, Troy Bayliss dan Carlos Checa, dalam gelaran World Ducati Week, 18-20 Juli lalu di Sirkuit Misano, Italia.
Versi SP ini diklaim sebagai keluarga Hypermotard yang paling memuaskan, bahkan bisa memberi kenyamanan untuk para biker yang berpengalaman. Dengan warna baru, penampilan semakin menggugah dan menambah kesan galak.

Mesin sama dengan Hypermotard lainnya, Testastretta 11 derajat, 821cc, dengan tenaga 110PS @9.250 rpm dan torsi 89Nm @7.750 rpm. Transmisi 6-percepatan, dilengkapi kontrol traksi 8-level yang dikembangkan dari Panigale 1199, ABS 3-level, dan mode berkendara sesuai tenaga yang diinginkan.
Versi ini semakin komplet dengan komponen eksklusif, seperti setang variabel, sepatbor dan pelindung mesin serat karbon. Posisi depan bisa disetel lima tingkat ketinggian, begitu juga dengan jok khusus.

Model dengan warna baru ini tersedia di dealer mulai September mendatang dengan harga yang sama dengan versi standar, yakni sekitar Rp 237-an juta.

Servis Berkala Bisa Dilakukan Sambil Mudik

Jakarta, KompasOtomotif - Bagi Anda yang super sibuk, atau situasi yang tidak memungkinkan untuk pergi ke bengkel sebelum melakukan perjalanan mudik, jangan khawatir! Ternyata, pos siaga yang disiapkan Toyota dengan sokongan mekanik dari Auto2000, di sepanjang jalur mudik punya kemampuan setara dengan bengkel resmi.

"Semua pos jaga 24 jam yang ada, bisa menangani berbagai masalah darurat, bahkan sampai servis berkala, 10.000 km dan 20.000 km tanpa mengurangi kualitas hasil kerja dengan bengkel resmi," jelas Ricky Martawijaya, Kepala Divisi Purna Jual Auto2000, di sela bukber wartawan di Bunga Rampai, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/7/2014).

Setiap pos jaga mudik, dilengkapi dengan peralatan bengkel yang cukup memadai. Selain itu, teknisi profesional dari Auto2000 juga memastikan kondisi pengerjaan maksimal.

Tapi, karena pengerjaan servis berkala dilakukan bukan di bengkel sebagai lokasi ideal, maka tetap ada kekurangannya. Terutama dalam hal waktu pengerjaan!

"Kalau di bengkel resmi, servis berkala paling satu jam selesai. Tapi, kalau di pos, tentu ada kekurangannya, semua dikerjakan serba manual tidak ada lift mobil, makannya waktu akan lebih lama. Mungkin sekitar dua jam," beber Ricky.

Selain itu, melakukan servis berkala di pos jaga juga otomatis kehilangan kesempatan mendapatkan berbagai promo menarik yang biasa ditawarkan di bengkel resmi. Diskon biaya jasa, diskon komponen, atau cuci gratis, dipastikan tidak bisa dinikmati pelanggan.

Belajar dari Pengalaman, Nissan Siap Gedor Segmen Komersial

Chiang Mai, KompasOtomotif – Nissan Motor Indonesia (NMI) menganggap, pasar mobil komersial tidak mudah diterobos, sebab loyalitas konsumen telah melekat dengan merek tertentu. Diakui, model andalan pikap kabin ganda, Navara, masih belum benar-benar digarap.
Di pasar Indonesia, Navara hanya ditawarkan satu varian, yakni versi tertinggi. Menggunakan mesin diesel YD25DDTi, commonrail turbo, 2.488 cc, bertenaga 174 PS dan torsi 402 Nm. Tersedia dua tipe transmisi, matik dan manual.
Modal itu ternyata belum cukup, NMI menegaskan sedang menggodok strategi kuat untuk menggedor segmen agar para pesaing keluar dari “zona aman”.

“Kita telah belajar dari pengalaman, kami merasa sudah waktunya memasuki pasar komersial secara lebih serius,” ujar General Manager Marketing Strategy and Communication Division NMI Budi Nur Mukmin, kepada KompasOtomotif, Senin (21/7/2014).
Lebih banyak varianSalah satu yang diungkapkan, Navara bakal punya lebih banyak varian. Dengan begitu bisa lebih banyak menggoda konsumen. Hal ini tentu merujuk pada kelahiran versi terbaru yang telah berlangsung di Thailand pada Juni 2014.
“Navara terbaru nanti akan lebih banyak menawarkan varian. Kami optimis akan mendapatkan pencapaian lebih besar di pasar kabin ganda,” ungkap Budi.
Pikap ganda sebagian besar dipakai untuk memenuhi kebutuhan komersial. Perkembangan industri di Indonesia terus melaju, NMI menganggap titik pusat tidak hanya terpaku pada pertambangan. Masih ada dua sektor lain, yaitu pertanian dan perkebunan.

Perbandingan Sekilas Mazda2 Baru dan Lama



Tokyo, KompasOtomotif – Mazda2 baru sudah diluncurkan secara global minggu lalu. Desain mengadopsi konsep Kodo seperti model Mazda lain, diyakini hatchback segmen-B ini bisa lebih banyak berbicara seperti para rival.

Selain desain, ada perbedaan mendasar antara model lama dan baru. Paling kentara adalah panjang bodi yang bertambah 138 mm. Jarak sumbu roda semakin panjang, tongkrongan juga semakin tinggi meski tak banyak. Sementara lebar tidak ditambah.

Interior juga berubah drastis, dan sudah dibahas dalam beberapa artikel sebelumnya. Yang menarik lainnya, terdapat 10 kombinasi warna eksterior. Tentu, ini akan berbeda jika dipasarkan di luar Jepang, tergantung kebutuhan masing-masing negara pemasar.
Warna ”hero” tak lagi hijau seperti model lama, melainkan merah, mengikuti warna jagoan model Mazda terbaru. Warna lain termasuk merah jambu, hingga biru yang dibagi menjadi tiga. Kombinasi warna interior juga banyak, termasuk paduan bahan jok kulit dan fabric.

Berikut perbandingan dimensi dengan Mazda lama sekaligus dua rival: 

Mazda2 lama
Mazda2 2015
Honda Jazz 2014
Ford Fiesta 1.5
Panjang
3,922 mm
4,060 mm
3,955 mm
3,982 mm
Lebar
1,695 mm
1,695 mm
1,694 mm
1,722 mm
Tinggi
1,485 mm
1,500 mm
1,524 mm
1,489 mm
Wheelbase
2,490 mm
2,507 mm
2,530 mm
2,489 mm
Mesin
1.5L
1.3L/1.5L*
1.5L
1.5L
Girboks
4 AT
6 AT
CVT
6 DCT
Tenaga
102 hp
92 hp/100 hp*
118 hp
110 hp
Torsi
135 Nm
121 Nm/150 Nm*
145 Nm
140 Nm
*Tidak ada keterangan tentang mesin 1.5L Skyactiv, angka didapat dari Mazda3 1.5 Skyactiv.


Seperti dalam tabel, Mazda2 baru ”tumbuh” sedikit, dan menjadi hatchback segmen-B yang panjangnya lebih dari 4 meter. Dari jarak sumbu roda, ruang interior lega masih ”dipegang” Honda Jazz yang mampu menghadirkan konsep luas.

Mazda2 akan mulai diproduksi di pabrik Hofu mulai musim gugur 2014. Penambahan produksi kemungkinan dilakukan di negara lain seperti Meksiko dan Thailand.

Auto2000 Siap Kawal Pemudik Lebaran

Jakarta, KompasOtomotif - PT Astra International Tbk- Toyota Sales Operation (Auto2000) siap mengawal pemudik tahun ini. Jaringan pemasar utama di Indonesia ini, menyiapkan bengkel siaga 24 jam  dan mendukung posko jaga dalam upaya mendukung program Toyota Astra Motor.

Auto2000 menyiagakan tiga bengkel siaga yang tetap buka 24 jam di Bogor, Pasteur (Bandung), serta Surabaya. Juga menempatkan mekanik pada 11 pos jaga di sepanjang jalur mudik. "Kami ingin pelanggan merasa aman dan nyaman selama perjalanan menjelang dan setelah lebaran," jelas Suparno Djasmin, Chief Executive Officer Auto2000 di sela bukber wartawan, Jakarta Pusat, Senin (21/7/2014).

Ada 11 pos jaga yang yang disiapkan sepanjang jalur mudik, meliputi Tebing Tinggi Medan, Rest Area Km 68 Tol Merak Balaraja, Km 226 Palikanci Cirebon, Nagrek, Km 57 Tol Cikampek, Cisarua, Cipanas, Caruban, Paiton Situbondo, Tuban, dan Tabanan.

Seluruh pos siaga yang di siagakan beroperasi 24 jam dan dilengkapi oleh berbagai fasilitas penunjang. Mulai dari teknisi bengkel, mushola, toilet, makanan, minuman, kursi pijat, dan layanan TV kabel. Di beberapa pos juga tersedia mobil derek darurat Emergancy Road Assistance Astraworld.

Selain itu, 19 bengkel Auto2000 tetap beroperasi antara lain di Palembang, Medan, Padang, Lampung Selatan, Jakarta Utara, Bekasi, Serpong, Lebak Bulus, Lngkar Luar Barat, Bandung, Surabaya, Jember, Malang, Denpasar, dan Balikpapan.

Mobil Listrik GM Gagal Total di Eropa

Berlin, KompasOtomotif - General Motors melalui merek Opel segera menghentikan pemasaran Ampera di Eropa. Mobil berteknologi listrik itu merupakan saudara kandung dari Chevrolet Volt, hanya berbeda merek dan desain untuk menembus pasar Eropa. 

Penghentian pemasaran dilakukan pada saat Chevrolet melepas Volt desain baru, paruh kedua tahun depan. Ampera gagal diterima dipasar dicerminkan dengan hasil penjualan yang buruk. Menurut dua sumber internal perusahaan, meski punya predikat Mobil Terbaik Eropa pada 2012, Ampera dinilai gagal total sejak peluncuran di tahun yang sama. Tahun lalu, penjualan menyusut 40 persen hingga 3.184 unit dari tahun sebelumnya. 

Lebih parah lagi, penjualan lima bulan pertama 2014 cuma tercatat 332 unit saja, anjlok 67 persen. Di Jerman, pasar utama Opel, hanya 46 unit Ampera yang berhasil terjual pada paruh pertama tahun ini. 

Frustasi GM terhadap Ampera juga sempat disampaikan Steve Girsky, Wakil Komisaris yang juga menjabat Direktur GM, berkomentar soal penerimaan produk di pasar Eropa. "Seluruh pemerintah di negara Eropa mengatakan, 'Kami menginginkan EV (mobil listrik), kami mau mobil listrik,'" tukas Girsky di ajang Geneva Auto Show tahun lalu. "Ketika kami hadir dengan produk yang ada, dan kemana semua orang pergi?" lirihnya.

Ketika coba dikonfirmasi, juru bicara GM masih belum mau berkomentar soal rencana ini.