Kamis, 12 Juni 2014

Menjajal A6000, Mirrorless "Terkencang" dari Sony

KOMPAS.com - Sony telah meluncurkan kamera mirrorless terbarunya, a6000 di Indonesia. Produk ini diklaim memiliki kinerja autofokus terkencang di dunia dengan catatan angka hanya 0,06 detik.

Bersama dengan sang "adik", a5000, kamera ini menandai berakhirnya brand NEX untuk produk kamera mirrorless APS-C dari Sony, digantikan dengan prefix "a" (Alpha) dan nomer model empat digit.

Kompas Tekno sempat menjajal a6000 dan membandingkannya dengan Sony NEX-6. Apa saja peningkatan yang dibawa oleh a6000 dibanding kamera yang digantikannya itu? Ikuti penelusuran singkatnya berikut ini.

Gabungan dua model?

Sony terlihat menerapkan sedikit perubahan pada konsep desain a6000. Tubuh kamera ini dihiasi garis-garis tegas yang cenderung kaku, membuatnya terlihat lebih "kotak" dibanding NEX-6. Finishing yang diterapkan berupa cat matte mulus tanpa motif, berbeda dari NEX-6 yang mengusung spatter-paint finish.
oik yusuf/ kompas.com
Perbandingan tampak depan a6000 (kiri) dan NEX-6
Seorang representatif Sony sempat menyebutkan bahwa a6000 sebenarnya adalah penerus NEX-6 dan NEX-7 sekaligus, sementara a5000 menggantikan dua seri NEX-5 dan NEX-3.

Entah memang demikian atau bukan, yang jelas, dengan dua buah kenop di sisi atas yang sekilas tampak seperti tri-navi dials, a6000 pun terlihat lebih mirip dengan NEX-7 daripada NEX-6.
oik yusuf/ kompas.com
Perbandingan tampak atas a6000 (kanan) dan NEX-6 
Kedua kenop tadi sebenarnya sama dengan komponen serupa pada NEX-6. Hanya saja peletakannya berbeda. NEX-6 menumpuk exposure mode dial dan command wheel, sementara a6000 memisahkannya. Fungsi kedua kenop tersebut pada a6000 sudah ditentukan sehingga tak bisa diganti-ganti dengan bebas seperti pada NEX-7.

Mode dial a6000 kini memuat pilihan "Recall Memory" atau disingkat RM (mode custom) yang bisa dipakai untuk menyimpan setelan parameter pengguna. Sony juga memperkecil ukuran kedua kenop sehingga sisi atas a6000 masih memiliki ruang cukup untuk memuat unit flash terintegrasi.
oik yusuf/ kompas.comUnit flash milik a6000
Flash mungil yang memiliki guide number 6 (ISO 100) ini memiliki engsel yang bisa ditekuk ke belakang untuk memantulkan cahaya ke langit-langit.

Cara mengeluarkan flash tersebut tetap sama, yaitu melalui tombol mekanik di sisi belakang kamera yang terasa lebih mudah ditekan dibanding tombol serupa pada NEX-6.

Apabila dulu pengguna sampai harus menggunakan kuku jari untuk mengakses flash NEX-6, maka flash milik a6000 bisa diaktifkan dengan sedikit menekan saja.

a6000 memiliki jumlah tombol yang sama dengan NEX-6, hanya saja alokasi fungsi dan labelnya sedikit berbeda.
oik yusuf/ kompas.com
Perbandingan tampak belakang a6000 (kiri) dengan NEX-6
Gegas

Tubuh a6000 sedikit lebih tebal dari NEX-6, namun handling kedua kamera ini kurang lebih tetap terasa sama di tangan. Yang agak berbeda adalah ukuran dan resolusi viewfinder (EVF) a6000 yang malah mengecil dibandingkan pendahulunya itu.

EVF NEX-6 memiliki resolusi 2,36 megapixel, sementara a6000 hanya 1,44 megapixel. Perbedaan antara jendela bidik keduanya bisa terlihat apabila digunakan secara bergantian dengan cepat. Namun, bukan berarti EVF a6000 berkualitas buruk. Pada kenyataannya, jendela bidik kamera ini bekerja dengan baik dan tidak menunjukkan adanya gejala lagdalam kondisi low-light.
oik yusuf/ kompas.comLayar a6000 memiliki engsel fleksibel dan bisa ditekuk ke atas awau ke bawah. Sayangnya, masih belum terdapat fitur touchsreen
Bagaimana dengan kecepatan fokus? Ternyata a6000 benar-benar lebih kencang dari NEX-6.
Meski kecepatan sesungguhnya sulit diukur, a6000 secara keseluruhan menunjukkan kinerja AF yang lebih gegas dibandingkan NEX-6 saat menggunakan lensa yang sama.

Kamera ini dengan cepat mengunci fokus, termasuk ketika dicoba dengan lensa superzoom E-Mount yang dikenal agak lamban, yaitu  SEL 18-200mm f/3.5-5.6 OSS LE.

Peningkatan kecepatan fokus pada a6000 akan langsung terasa bagi mereka yang familiar dengan seri kamera NEX dari Sony.
Produsen tersebut bahkan berani mengklaim bahwa AF speed a6000 melebihi DSLR entry-level.
Soal autofokus ini, Sony juga menerapkan peningkatan lain di luar kecepatan, yaitu jumlah titik phase detection yang bertambah banyak dari 99 buah pada NEX-6 menjadi 179 buah. Fungsi hybrid-AF pun kini mencakup sebagain besar frame gambar.

a6000 dibekali sensor 24 megapixel yang dipasangkan dengan prosesor gambar Bionz X. Meski angkanya sama dengan sensor milik NEX-7, Sony menyebutkan bahwa sensor pada a6000 merupakan jenis yang berbeda dan lebih maju.
oik yusuf/ kompas.com
Antarmuka menu baru pada a6000
Hal lain yang juga berbeda adalah antarmuka menu a6000 yang kini mengadopsi gaya tabbed ala mirrorless fullframe a7 dan a7R. Interface ini lebih gampang digunakan dibanding antaramuka pada kamera NEX sebelumnya, dengan kategorisasi yang jelas sehingga mempermudah pencarian parameter.

Tertarik? a6000 bisa langsung dicoba di stand Sony pada pameran Focus 2014 yang sedang berlangsung di Jakarta Convention Center, berdampingan dengan Mega Bazaar Consumer Show 2014 pada 5-9 Maret 2014.

Pihak Sony Indonesia belum mengumumkan informasi soal harga dan ketersediaan a6000, namun kamera tersebut dipastikan akan hadir pada kuartal ke-2 tahun ini.

Sabtu, 17 Mei 2014

Diduga Stres, Pria Ini Lempar Beton ke Jalan dan Pukuli Pengendara Motor

 Semarang - Seorang pria yang diduga stres mengamuk di pertigaan Jalan Supriyadi, Semarang. Ia melempar beton ke jalan, merusak fasilitas umum, dan memukuli pengendara motor.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.15 WIB, ketika itu suasana di pertigaan Supriyadi mendadak ramai ketika pria berkaos biru dan celana pendek datang dengan melemparkan potongan beton ke tengah jalan.

Akibatnya, mobil dan motor dari segala arah harus berhenti mendadak, kecelakaan beruntun pun tak terhindarkan. Menurut saksi mata, Rohyan (65) mobil dan motor banyak yang mengalami pecah pada lampunya. Aksi pria tersebut semakin mengerikan karena ia membawa tongkat.

"Beruntun tabrakannya. Ada mobil pengangkut asbes juga yang berhenti mendadak, terus mobil di belakangnya terkena asbes hingga kacanya pecah," kata Rohyan kepada detikcom, Sabtu (17/5/2014)

Tidak hanya sampai di situ, dengan menggunakan tongkat yang dibawanya, ia merusak boks di bawah traffic light dan boks di bawah lampu penerangan jalan yang berisi meteran. Pria itu juga mengambil lampu di pos polisi Supriyadi dan melemparnya ke jalan.

"Tadi semrawut sekali. Boks listrik dicongkel terus di rusak. Lampu di pos polisi juga diambil," tandasnya.

Masih menggunakan tongkatnya, pria itu memukuli pengendara motor hingga ada yang terjatuh. "Ada dua anak muda naik motor dipukuli padahal sudah jatuh. Hampir pingsan terus saya tolong," ujar Rohyan

SUMBER : http://news.detik.com/read/2014/05/18/013348/2584872/1536/diduga-stres-pria-ini-lempar-beton-ke-jalan-dan-pukuli-pengendara-motor